*****
dari milis tetangga :
Sebuah renungan yang menakjubkan, Subhanallah
Saya Sholat lima waktu tapi......
Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada NyaMungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah,
Allah yang memberi rezeki pada saya,
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi.. hati saya masih belum puas
Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka
Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik
Padahal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka, Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati
Saya Sholat lima waktu tapi....Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiriSeharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?
Saya Sholat lima waktu tapi....Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya...
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Saya Sholat lima waktu tapi..Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (AlMaa´uun) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Allah SWT Maha Pengampun , dan semoga bermanfaat
----------------
Postingan : Bambang Utomo
muslim_kalbar@.....
Rabu, 25 Juni 2008
Selasa, 24 Juni 2008
Ya ALLAH....!!!
Ya Allah...!!!
Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang, semua penumpang akan panik dan menyeru, "Ya Allah!"
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalur, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, " Ya Allah!"
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, "Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan telah digeraikan, orang-orang mendesah, "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa sempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru, "Ya Allah!"Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah, "Ya Allah!"
Setiap ucapan baik, do'a yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah-gulanakan hati adalah hanya pantas ke hadiratNya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan!Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat, dan berdzikir dengan namaNya.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya, keyakinan akan semakin kokoh, karena "Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya." (QS. Asy-Syura (42) : 19).
-------------------------------
dari MILIS internal
posting : Bambang Utomo
Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang, semua penumpang akan panik dan menyeru, "Ya Allah!"
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalur, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, " Ya Allah!"
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, "Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan telah digeraikan, orang-orang mendesah, "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa sempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru, "Ya Allah!"Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah, "Ya Allah!"
Setiap ucapan baik, do'a yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah-gulanakan hati adalah hanya pantas ke hadiratNya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan!Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat, dan berdzikir dengan namaNya.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya, keyakinan akan semakin kokoh, karena "Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya." (QS. Asy-Syura (42) : 19).
-------------------------------
dari MILIS internal
posting : Bambang Utomo
Langganan:
Postingan (Atom)
