Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuakudalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalamnshalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :"Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu… benar- benarmengherankan!"
Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.
Setelah menjalani pendidikan militer, akutumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehatselalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur'an. Tak ada lagisuara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Akuditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol… Di samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukantugas- tugasku denga semangat dan dedikasi tinggi.Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dansering melamun sendirian … banyak waktu luang … pengetahuanku terbatas.Aku mulai jenuh … tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.Aku bosan dengan rutinitas.
Sampai suatu hari terjadilah sebuahperistiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan.Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobilbertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah
yang berlawanan.Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.Kejadian yang sungguhtragis.
Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanyasegera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah"Laailaaha Illallaah … Laailaaha Illallaah .." perintah temanku.Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.
Tetapi …. keduanya tetap terus saja melantunkan lagu. Tak ada gunanya … Suara lagunya terdengar semakin melemah … lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak …. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan.
Hening… > Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su'ul khatimah (kesudahanyang buruk).Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia."Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimanaseseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedangmembawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu' sekali.Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula … Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanyalagu-lagu.
Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !
Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu …. sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendaraimobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuahterowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti banyangkempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu.
Ketikakami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yangkeluar dari mulutnya.ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an… dengan suara amat lemah. "Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempatmelantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya,tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu.Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur'an seindah itu.Dalam batin aku bergumam sendirian "Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku sudah punyapengalaman. " aku meyakinkandiriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur'an yang merdu itu.
Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup kesetiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang.Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa.Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.
Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terusmenangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan. .Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang disana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata.
Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelummengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya. Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum.
Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. ..Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnyaalmarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras,gula,buah- buahan danbarang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.
Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya adasatu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan.Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata : "memperbaiki diri dan mengajak orang lain "
Allah Swt berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguhia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (QS.Al-Imran: 185)
Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, "Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya."Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap AllahSWT.
Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematiandalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapanuntuk menghadapinya.
Note :
Amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.
Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu berbuat taat,
sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan. Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.
Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian,
Sumber : milis mualaf indonesia
dari milis muslim telkom : saduran dari email sdr andi susena
Jumat, 24 Oktober 2008
Rabu, 25 Juni 2008
SAYA SHOLAT 5 WAKTU, TAPI......
*****
dari milis tetangga :
Sebuah renungan yang menakjubkan, Subhanallah
Saya Sholat lima waktu tapi......
Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada NyaMungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah,
Allah yang memberi rezeki pada saya,
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi.. hati saya masih belum puas
Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka
Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik
Padahal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka, Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati
Saya Sholat lima waktu tapi....Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiriSeharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?
Saya Sholat lima waktu tapi....Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya...
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Saya Sholat lima waktu tapi..Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (AlMaa´uun) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Allah SWT Maha Pengampun , dan semoga bermanfaat
----------------
Postingan : Bambang Utomo
muslim_kalbar@.....
dari milis tetangga :
Sebuah renungan yang menakjubkan, Subhanallah
Saya Sholat lima waktu tapi......
Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada NyaMungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah,
Allah yang memberi rezeki pada saya,
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi.. hati saya masih belum puas
Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka
Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik
Padahal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka, Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati
Saya Sholat lima waktu tapi....Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiriSeharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?
Saya Sholat lima waktu tapi....Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)
Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya...
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Saya Sholat lima waktu tapi..Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (AlMaa´uun) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Allah SWT Maha Pengampun , dan semoga bermanfaat
----------------
Postingan : Bambang Utomo
muslim_kalbar@.....
Selasa, 24 Juni 2008
Ya ALLAH....!!!
Ya Allah...!!!
Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang, semua penumpang akan panik dan menyeru, "Ya Allah!"
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalur, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, " Ya Allah!"
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, "Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan telah digeraikan, orang-orang mendesah, "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa sempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru, "Ya Allah!"Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah, "Ya Allah!"
Setiap ucapan baik, do'a yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah-gulanakan hati adalah hanya pantas ke hadiratNya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan!Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat, dan berdzikir dengan namaNya.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya, keyakinan akan semakin kokoh, karena "Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya." (QS. Asy-Syura (42) : 19).
-------------------------------
dari MILIS internal
posting : Bambang Utomo
Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang, semua penumpang akan panik dan menyeru, "Ya Allah!"
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalur, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, " Ya Allah!"
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, "Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan telah digeraikan, orang-orang mendesah, "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa sempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru, "Ya Allah!"Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah, "Ya Allah!"
Setiap ucapan baik, do'a yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah-gulanakan hati adalah hanya pantas ke hadiratNya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan!Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat, dan berdzikir dengan namaNya.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut namaNya, keyakinan akan semakin kokoh, karena "Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya." (QS. Asy-Syura (42) : 19).
-------------------------------
dari MILIS internal
posting : Bambang Utomo
Rabu, 14 Mei 2008
BEBERAPA CARA MENDEKATKAN DIRI KPD ALLAH SWT
Sholat wajib tepat waktu selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah : Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Insya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya. - Sholat tahajud Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.
- Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat. Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.
- Membayangkan tidur di dalam kubur Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.
- Membayangkan kedahsyatan siksa neraka. Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu. Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.……
- Membayangkan surga-Nya. Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu. Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin…..
- Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih. Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.
- Bergaul dengan orang-orang sholeh. Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.
- Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca) Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.
- Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.
- Merasakan kebesaran Allah SWT atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.
- Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu Ya... Allah.
- Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini, masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.
* * * *
dikutip sesuai aslinya,
Oleh : hamba Allah
Sumber : www.hajiumroh.com
Selasa, 06 Mei 2008
KEUTAMAAN SEDEKAH BAGI SETIAP MUSLIM
Abu Musa RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : "Tiap muslim wajib bersedekah". Sahabat bertanya : "Jika tidak mampu ?". Nabi SAW menjawab :"Bekerjalan dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan ia dapat bersedekah". Sahabat bertanya lagi :"Jika tidak dapat ?". Nabi menjawab :"Membatu orang lain yang sangat membutuhkan". Sahabat bertanya lagi :"jika tidak dapat ?". maka Nabi berujar :"Menganjurkan kebaikan". seakan tak puas, sahabat bertanya, "jika juga tidak mampu" ?". Jawaban Nabi SAW, "menahan diri dari kejahatan, maka itu sedekah untuk dirinya !".Ibnu Mas'ud RA menerangkan, bahwa Nabi SAW pernah bersabda :"tidak ada iri hati yang diperbolehkan terhadap 2 (dua) hal, yaitu terhadap seorang Muslim yang dianugerahkan harta benda dari ALLAH SWT, lalu tergerak hatinya untuk menghabiskannya menurut jalan yang hak dan terhadap seorang Muslim yang telah diberi ilmu oelh ALLAH SWT, lalu ia menggunakannya untuk mengadili manusia dan mengajarkannya.
Saking utamanya bersedekah, sampai-sampai terhadap sahabat yang paling miskin pun seperti Abu Dzar Al Ghifari, Rasulullah tetap menganjurkannya. Karena gencarnya NAbi SAW menyuruh Abu Dzar bersedekan, pada suatu waktu ia bertanya :"Wahai Nabi Allah, engkau menyuruh kepada kami agar kami melakukan sedekah, apa sesungguhnya hakekat sedekah itu ?". Nabi menjawab : Sedekah itu adalah sesuat yang ajaib". Kalimat itu diulangi Nabi sebanyak 3 kali, menandakan betapa pentingnya bersedekah.
Betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkn di jalan Allah yang disertai dengan hati yang ikhlas, maka Rasulullah SAW membuat perbandingan. Dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasul SAW bersabda :" Ketika ALLAH SWT menciptakan gunung, malaikat kagum dan bertanya kepada Allah SWT :"adakah makhluk -makhluk yang lebih tinggi dan kokoh daripada gunung ?". Allah SWT menjawab :"Ada yaitu besi". Malaikat bertanya lagi : "Ya Allah, adakah makhluk-Mu yang lebih kuat daripada besi ?". Allah menjawab :"Ada yaitu api". Malaikat bertanya lagi :"Adakah makhluk-Mu yang lebih kuat dari panasnya api ?". Allah berfirman :" Ada, yaitu air". Malaikat terus bertanya:"Adakah makhluk-Mu yang lebih kuat dari air ?". Allah SWT menjawab :"Ada, yaitu angin". Malaikat bertanya lagi : "Lalu, adakah makhluk lain yang lebih kuat daripada angin ?". Allah berfirman :" Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya".
Menjelang perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya agar mengeluarkan sedekah. Saat itu Allah menurunkan Ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW . "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap tiap bulir terjurai seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia Kehendaki, Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi maha mengetahui (QS:Albaqarah 261).
Seruan Rasul ini disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan 4.000 dirham seraya berkata, "Rasululah, harta milikku hanya 8.000 dirham, 4.000 dirham dimana aku tahan untuk diri dan keluarga, sedangkan 4.000 dirham lagi aku serahkan di jalan Allah. "Allah memberkahi apa yag engkau tahan dan apa yang engkau berikan", Jawab Rasulullah. Kemudian datang Sahabat lainnya, Usman bin Affan :" Ya Rasul, saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya, "Kilahnya. Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki 4 dirham. Iapun segera menyedekahkan 1 dirham waktu malam, 1 dirham saat siang hari, 1 dirham secara terang-terangan dan 1 dirham lagu secara diam-diam. Sedangkan Abu bakar Ash-Shidiq menyerahkan seluruh harta kekayaannya. Ketika ditanya Rasul, apalagi yang tinggal ?, Kalifah pertama ini menjawab :"hanya Allah dan Rasulullah SAW.
Kenapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan untuk bersedekah ?, tiada lain karena mereka yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya.
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan melipat gandakan rezeki. Hadist Rasulullah :" Sedekah itu dapat menolak 70 macam bala dan bencana yang paling ringan diantaranya ialah penyakit Kusta dan sopak (belang). Bala tidak akan menyusul setelah sedekah.
Dikutip sesuai aslinya oleh :UTI Konsen UM
Terbitan Harian Pontianak Post
Langganan:
Postingan (Atom)
