Selasa, 06 Mei 2008

KEUTAMAAN SEDEKAH BAGI SETIAP MUSLIM

Abu Musa RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : "Tiap muslim wajib bersedekah". Sahabat bertanya : "Jika tidak mampu ?". Nabi SAW menjawab :"Bekerjalan dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan ia dapat bersedekah". Sahabat bertanya lagi :"Jika tidak dapat ?". Nabi menjawab :"Membatu orang lain yang sangat membutuhkan". Sahabat bertanya lagi :"jika tidak dapat ?". maka Nabi berujar :"Menganjurkan kebaikan". seakan tak puas, sahabat bertanya, "jika juga tidak mampu" ?". Jawaban Nabi SAW, "menahan diri dari kejahatan, maka itu sedekah untuk dirinya !".

Ibnu Mas'ud RA menerangkan, bahwa Nabi SAW pernah bersabda :"tidak ada iri hati yang diperbolehkan terhadap 2 (dua) hal, yaitu terhadap seorang Muslim yang dianugerahkan harta benda dari ALLAH SWT, lalu tergerak hatinya untuk menghabiskannya menurut jalan yang hak dan terhadap seorang Muslim yang telah diberi ilmu oelh ALLAH SWT, lalu ia menggunakannya untuk mengadili manusia dan mengajarkannya.

Saking utamanya bersedekah, sampai-sampai terhadap sahabat yang paling miskin pun seperti Abu Dzar Al Ghifari, Rasulullah tetap menganjurkannya. Karena gencarnya NAbi SAW menyuruh Abu Dzar bersedekan, pada suatu waktu ia bertanya :"Wahai Nabi Allah, engkau menyuruh kepada kami agar kami melakukan sedekah, apa sesungguhnya hakekat sedekah itu ?". Nabi menjawab : Sedekah itu adalah sesuat yang ajaib". Kalimat itu diulangi Nabi sebanyak 3 kali, menandakan betapa pentingnya bersedekah.

Betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkn di jalan Allah yang disertai dengan hati yang ikhlas, maka Rasulullah SAW membuat perbandingan. Dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasul SAW bersabda :" Ketika ALLAH SWT menciptakan gunung, malaikat kagum dan bertanya kepada Allah SWT :"adakah makhluk -makhluk yang lebih tinggi dan kokoh daripada gunung ?". Allah SWT menjawab :"Ada yaitu besi". Malaikat bertanya lagi : "Ya Allah, adakah makhluk-Mu yang lebih kuat daripada besi ?". Allah menjawab :"Ada yaitu api". Malaikat bertanya lagi :"Adakah makhluk-Mu yang lebih kuat dari panasnya api ?". Allah berfirman :" Ada, yaitu air". Malaikat terus bertanya:"Adakah makhluk-Mu yang lebih kuat dari air ?". Allah SWT menjawab :"Ada, yaitu angin". Malaikat bertanya lagi : "Lalu, adakah makhluk lain yang lebih kuat daripada angin ?". Allah berfirman :" Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya".

Menjelang perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya agar mengeluarkan sedekah. Saat itu Allah menurunkan Ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW . "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap tiap bulir terjurai seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia Kehendaki, Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi maha mengetahui (QS:Albaqarah 261).

Seruan Rasul ini disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan 4.000 dirham seraya berkata, "Rasululah, harta milikku hanya 8.000 dirham, 4.000 dirham dimana aku tahan untuk diri dan keluarga, sedangkan 4.000 dirham lagi aku serahkan di jalan Allah. "Allah memberkahi apa yag engkau tahan dan apa yang engkau berikan", Jawab Rasulullah. Kemudian datang Sahabat lainnya, Usman bin Affan :" Ya Rasul, saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya, "Kilahnya. Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki 4 dirham. Iapun segera menyedekahkan 1 dirham waktu malam, 1 dirham saat siang hari, 1 dirham secara terang-terangan dan 1 dirham lagu secara diam-diam. Sedangkan Abu bakar Ash-Shidiq menyerahkan seluruh harta kekayaannya. Ketika ditanya Rasul, apalagi yang tinggal ?, Kalifah pertama ini menjawab :"hanya Allah dan Rasulullah SAW.

Kenapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan untuk bersedekah ?, tiada lain karena mereka yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya.

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan melipat gandakan rezeki. Hadist Rasulullah :" Sedekah itu dapat menolak 70 macam bala dan bencana yang paling ringan diantaranya ialah penyakit Kusta dan sopak (belang). Bala tidak akan menyusul setelah sedekah.

***
Dikutip sesuai aslinya oleh :UTI Konsen UM
Terbitan Harian Pontianak Post



Tidak ada komentar: